Identitas dan Entitas Linguistik Pada Era Digital Masa Kini
LISDA FREDININGSIH
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
ABSTRAK
Identitas dan entitas linguistik pada era
digital masa kini adalah penentu model pendidikan akan bahasa, dan konsep
pembelajaran bahasa bagi kita semua
untuk terwujudkan pembetukan karakter setiap individu. Bahasa berfungsi
sebagai representasi dari ide, proses tersebut peningkatkan ada pertukaran ide,
bahasa diperlukan sebagai media untuk berinteraksi antara individu. Era digital adalah istilah yang di gunakan dalam
kemunculan digital, jaringan internet khususnya teknologi informasi komputer.
Media baru Era Digital sering di gunakan untuk menggambarkan teknologi
digital.Media ini memiliki karakteristik dapat dimanipulasi, bersifat jaringan
atau internet, selain internet seperti media cetak, telivisi, majalah, koran
dan lain-lain bukanlah termasuk dalam kategori media baru. Media massa Beralih
ke media baru atau internet karena ada pergeseran budaya dalam sebuah
penyampaian informasi. Kemampuan media era digital ini lebih memudahkan
masyarakat dalam menerima informasi lebih cepat dalam hal ini internet yang
membuat media massa berbondong-bondong pindah haluan.
Semakin canggihnya
teknologi digital masa kini membuat perubahan besar terhadap dunia, lahirnya
berbagai macam teknologi digital yang semakin maju telah banyak bermunculan.
Berbagai kalangan telah dimudahkan dalam mengakses suatu informasi melalui
banyak cara, serta dapat menikmati fasilitas dari teknologi digital dengan
bebas dan terkendali. Tetapi di sayangkan semakin berkembangnya teknologi
justru semakin banyaknya kejahatan yang terdeteksi. Maka dari itu segala
sesuatunya harus memiliki perlindungan hak cipta dan mengontrol khususnya
anak-anak dan remaja.
PENDAHULUAN
Masa remaja merupakan masa perkembangan segala
hal sehingga menjadi lebih mudah dipengaruhi dalam mendapatkan informasi. Pada
masa kini pun tidak lagi dipandang sebelah mata. sebab, ini adalah zaman yang
dimana semua hal menjadi serba mudah salah satunya adalah kebutuhan akan
informasi mudah sekali diakses atau
didapatkan, maka dari itu setiap remaja harus mendapatkan pendidikan dalam
penggunaan bahasa agar tidak mudah terpengaruh dalam menggunakan media.
Sistem pendidikan di Indonesia masih minim
bahkan saat ini masih banyak kalangan anak atau remaja yang putus sekolah,
inilah yang menjadi kekurangan dalam segi aspek yang belum terbenahi. dibutuhkan
adanya konsep agar memperbaiki sistem pendidikan saat ini lebih baik
kedepannya. Mengatasi pendidikan memang tidaklah mudah membutuhkan prose dan
waktu yang panjang. Setiap warga Negara mempunyai hak dalam belajar, salah
satunya belajar akan Bahasa yang harus digunakan dengan baik dimasa sekarang
ini, sebab di era masa kini, inilah yang menjadi faktor masalah bagi remaja
agar tidak menyalahgunakan bahasa yang ia peroleh.
TUJUAN
Artikel ini bertujuan untuk mengoptimalkan
penggunaan bahasa pada remaja masa kini ,agar remaja dapat menggukan bahasa
dengan baik dan benar.
Bahasa sangat membantu manusia dalam
berinteraksi satu sama lain. Setiap bangsa pasti memiliki bahasa yang
berbeda-beda, hal ini bisa menjadikan bahasa sebagai identitas dan keunikan
tersendiri, disisi lain bahasa adalah alat pemersatu bangsa.
PEMBAHASAN
Bahasa merupakan suatu proses menyampaikan informasi dalam kegiatan
berkomunikasi, maka dari itu manusia tidak akan lepas dari Bahasa. Bahasa juga
berfungsi sebagai ciri identitas seseorang. Sebagai warga Indonesia kita pun
harus mempunyai rasa bangga terhadap bahasa yang digunakan oleh bangsa kita
yaitu bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia sebagai suatu alat untuk mempersatukan
masyarakat Indonesia yang sangat beragam suku dan bahasa daerah. Bahasa adalah alat komunikasi yang digunakan
setiap manusia atau individu dalam
sehari-hari untuk berinteraksi satu sama lain. Inilah yang dapat
digunakan untuk kepentingan kebudayaaan, hukum, agama, dan bahkan pendidikan. Bahasa
menjadi hal yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia karena dapat
menyampaikan ide, gagasan, konsep, hingga perilaku sosial. Bahasa pun tidak terlepas
digunakan dalam dunia pendidikan. Salah satunya dalam proses pembelajaran. Kedudukan
bahasa didalam proses pembelajaran menjdi hal yang sentral karena seluruh
kegiatan disampaikan melalui bahasa.
Pada era
digital masa kini itu bukan hanya sekedar kemampuan mencari, menggunakan dan
menyebarkan informasi akan tetapi, diperlukan kemampuan dalam membuat informasi
dan evaluasi kritis, ketepatan aplikasi yang digunakan dan pemahaman mendalam
dari isi informasi yang terkandung dalam konten digital tersebut. Disisi lain
mencakup tanggung jawab dari setiap penyebaran informasi yang dilakukannya
karena menyangkut dampaknya terhadap masyarakat. Salah satunya Pada kalangan
remaja yaitu kalangan muda yang berusia antara 13-17 tahun. Masa remaja
merupakan masa perkembangan segala hal sehingga menjadi lebih atau mudah
dipengaruhi dalam mendapatkan informasi. Kalangan remaja perlu mendapatkan
pendidikan yang serius dalam penggunaan bahasa dan penempatan bahasa, karena
penggunaan bahasa akan berakibat fatal bagi kalangan remaja jika tidak dapat
diketahui makna yang sebenarnya. bahasa yang terkenal saat ini banyak yang
mengungkapkan lewat lisan maupun tulisan, maka hampir disetiap media bahasa
baru digunakan untuk kepentingan tertentu.
Pengaruh bahasa di media sosial bagi kalangan remaja
memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap bahasa yang digunakannya. Media
sosial sebagai tempat atau wadah berkomunikasi para penggunanya, dalam hal ini
pengguna yang sering menggunakan media sosial yaitu kalangan remaja. Kalangan
remaja saat ini, media sosial biasa digunakan sebagai tempat curhat dan tempat
untuk mencari teman-teman baru yang lebih banyak dan sangat cepat. Remaja
sering curhat tentang perasaan, percintaan, kekeluargaan, dan lain-lain. Contoh
salah satu media sosial yang sering digunakan remaja untuk mengeluarkan
perasaannya melalui tulisan adalah facebook. Bahasa yang digunakan oleh remaja
di antaranya bahasa gaul, dan bahasa alay.
Pengaruh Bahasa Di Media
Sosial Pada Kalangan Remaja
Dewasa ini, dalam kehidupan sehari-hari para remaja sudah banyak yang
menggunakan bahasa yang banyak digunakan di media sosial yang dikenal dengan
bahasa gaul, bahkan pemakaian bahasa gaul atau bahasa yang ada di media sosial
ini mengalahkan kedudukan pentingnya berbahasa indonesia yang baik dan benar,
dari bahasa yang remaja yang kini di gunakan dapat mencerminkan bagaimana
kecintaan mereka terhadap bahasa nasional yang sangat memprihatinkan, adapun
pengaruh yang ditimbulkan dari bahasa media sosial ini bukan hanya para remaja
saja, melainkan semua orang yang membaca dan mendengar katakata yang ada di
sosial media tersebut. Bahasa-bahasa yang kini digunakan di sosial media dapat
mengancam bahasa indonesia itu sendiri, dan menghilangkan rasa sopan santun
terhadadap orang lain.
Adapun pengaruh negatif yang ditimbulkan akibat bahasa yang banyak di media
sosial
1. Para remaja kurang mengenal bahasa baku, sehingga tidak
lagi menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar.
2. Para remaja tidak lagi menggunakan Ejaan Yang
Disempurnakan(EYD).
3. Para remaja menganggap remeh bahasa indonesia, dan tidak
ingin mempelajari bahasa indonesia yang baik dan benar.
4. Para remaja tidak terbiasa menggunakan bahasa indonesia
baku, sementara penggunaan bahasa indonesia harus dipahami karena dilakukan
untuk berbagai macam pekerjaan, surat menyurat, pembicaraan resmi dan lain-lain.
5. Pudarnya rasa bangga pada diri akan bahasa nasional
negara indonesia.
Namun, tidak setiap bahasa media sosial berpengaruh negatif, adapula
pengaruh positif dari adanya bahasa media sosial.
1. Menciptakan sebuah kekereatifitasan para remaja dalam
menciptakan bahasa baru.
2. Menciptakan suasana yang lebih asik, dalam artian apabila
menggunakan bahasa baku terus menerus akan terasa cepat bosan.
Dampak Dari Penggunaan Media Sosial Di Kalangan Remaja
Penggunaan media sosial di kalangan remaja memiliki dampak positif dan
dampak negatif. Dampak positif penggunaan media sosial diantaranya adalah para
remaja yang menggunakan media sosial untuk memasarkan iklannya seperti Olshop
online yang memasarkan produknya ke Whatssap dan fecebook. Selain dari
dampak-dampak tersebut, masih banyak dampak positif sosial media diantaranya
adalah sebagai berikut:
1. Remaja akan termotivasi untuk belajar mengembangkan diri
melalui teman-teman yang mereka jumpai secara online, karena mereka dapat
berinteraksi dan menerima umpan balik dari satu sama lain.
2.Memudahkan dalam memperoleh informasi. Remaja menjadi
lebih mudah untuk memperoleh informasi dari di internet karena adanya blog
ataupun website. Selain itu sosial media juga bisa digunakan sebagai lahan
informasi untuk bidang pendidikan, kebudayaan, dan lain-lain.
3. Situs media sosial membuat anak dan remaja menjadi lebih
bersahabat, perhatian dan empati. Misalnya memberikan perhatian saat ada teman
mereka berulang tahun, mengomentari foto, video dan status teman mereka,
menjaga hubungan persahabatan meski tidak dapat bertemu secara fisik.
4. Memudahkan remaja untuk sharing atau berbagi. Dengan adanya
blog, remaja mudah berbagi mengenai pengalaman hidupnya dan berbagai hal
lainnya yaitu dengan mempostingnya ke blog.
Selain itu, dampak negatif dari penggunaan sosial media di kalangan para
remaja diantaranya adalah banyak para remaja yang kecanduan untuk menggunakan
media sosial tanpa mengenal waktu sehingga menurunkan produktifitas dan rasa
sosial diantara remaja pun berkurang. Selain dampak negatif tersebut, masih
banyak dampak negatif yang lain diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Situs media sosial akan membuat remaja lebih mementingkan
diri sendiri. Mereka menjadi tidak sadar akan lingkungan di sekitar mereka,
karena kebanyakan menghabiskan waktu di internet. Hal ini dapat mengakibatkan
menjadi kurang berempati di dunia nyata.
2. Menjadikan seorang remaja menjadi malas belajar karena
sering menggunakan media sosial untuk bermain game yang ada di situs tersebut.
Facebook menyediakan layanan game yang membuat remaja menjadi kecanduan game.
3. Menyebabkan kurangnya sopan santun remaja saat ini.
Dengan adanya media sosial, semakin banyak para remaja yang menggunakan bahasa
yang tidak sepantasnya. Bagi remaja yang masih polos, tentu akan menganggap
bahwa bahasa tersebut adalah bahasa modern anak zaman sekarang
4. Bagi remaja, tidak ada aturan ejaan dan tata bahasa di
situs media sosial. Hal ini membuat mereka semakin sulit untuk membedakan
antara berkomunikasi di situs media sosial dan di dunia nyata.
5. Seseorang yang menghabiskan waktunya di depan komputer
akan jarang berolahraga sehingga kecanduan aktivitas ini dapat menimbulkan
kondisi fisik yang lemah, bahkan dapat mengakibatkan obesitas.
6. Kerusakan fisik juga sangat mungkin terjadi. Bila
menggunakan mouse atau memencet keypad ponsel selama berjam-jam setiap hari,
seseorang dapat mengalami cedera tekanan yang berulang-ulang. Penyakit punggung
juga merupakan hal yang umum terjadi, pada orang-orang yang menghabiskan banyak
waktu duduk di depan meja komputer.
Cara mengatasi kecenderungan remaja di
media sosial
Salah satu cara mengatasi kecenderungan remaja di media sosial adalah berusaha untuk membatasi diri, jika para remaja
sudah kecanduan dengan media sosial, maka harus membatasi waktu aksesnya, mulai
kurangi bermain game dan update status.
Mulai mencari kesibukan yang lain misalnya seperti bermain bersama
teman-teman dalam dunia nyata, ikut organisasi maupun mengerjakan tugas-tugas
dari sekolah.
Peran orang tua sangatlah penting, walau sebagian orang
tua tidak menggunakan media sosial, tetapi orang tua harus lebih menjaga
lingkungan dan pergaulan anak-anaknya dibantu dengan sahabat-sahabat
terdekatnya sehingga jika ada perilaku dari anaknya tersebut berbeda, maka
orang tua harus tanggap dan mencoba menghubungi sahabat terdekatnya. Beberapa cara lain untuk mengatasi
kecenderungan para kalangan remaja di media sosial antara lain sebagai berikut:
1.
Mengetahui masalahnya.
2.
Ubah pola kebiasaan online.
3.
Atur ulang jadwal rutinitas.
Seiring
berkembangnya waktu, pada masa kini Penggunaan Bahasa Indonesia pada ruang publik sekarang harus memiliki
sumber yang akurat dan terpercaya. Selain karena sifat generasi sekarang yang
cenderung malas untuk mencari suatu kebenaran berita yang mereka terima,
generasi sekarangpun cenderung menerima informasi sealakadarnya saja, tidak
perlu benar atau salah yang penting bisa mewakili kepentinganya. Sebagai media
yang hadir di zaman serba canggih dengan segala macam problematika kehidupan
yang terjadi, media massa sekarang harus lebih memberi ruang pada publik untuk
bisa mendiskusikan setiap permasalah baik itu politik, ekonomi dan lain
sebagainya. Banyak cara yang bisa dilakukan, baik itu di media cetak atau media
daring. Pemberian konten atau rublik opini yang penulisnya adalah dari
masyarakat itu sendiri bisa dijadikan pilihan utama, sehingga menjadi suatu
ruang atau wadah untuk mencurahkan segala pendapatnya. Informasi sekarang ini
yang begitu mudah didapat, media harus lebih memiliki tanggung jawab yang
besar. Tidak mudah menggoreng suatu isu akan dalam pembahasaan yang digunakan.
Media harus lihai menempatkan posisi dimana ia harus menjadi independen tanpa menghilangkan
sifat khasnya yaitu mempublikasikan dan memberi pesan yang bersifat universal
dan diterbitkan berkala serta berkesinambungan.
PENUTUP
Media sosial mempunyai pengaruh yang sangat besar bagi kalangan remaja.
Bahasa yang digunakan di media sosial banyak macamnya dari bahasa gaul, bahasa
alay. Dalam kehidupan sehari-hari para remaja sudah banyak yang menggunakan
bahasa yang banyak digunakan di media sosial yang dikenal dengan bahasa gaul,
bahkan pemakaian bahasa gaul atau bahasa yang ada di media sosial ini
mengalahkan kedudukan pentingnya berbahasa indonesia yang baik dan benar, dari
bahasa yang remaja yang kini di gunakan dapat mencerminkan bagaimana kecintaan
mereka terhadap bahasa nasional yang sangat memprihatinkan, adapun pengaruh
yang ditimbulkan dari bahasa media sosial ini bukan hanya para remaja saja,
melainkan semua orang yang membaca dan mendengar kata-kata yang ada di sosial
media tersebut. Bahasa-bahasa yang kini digunakan di sosial media dapat
mengancam bahasa indonesia itu sendiri, dan menghilangkan rasa sopan santun
terhadadap orang lain
Zaman sekarang senantiasa harus
menciptakan berbagai inovasi kepada generasi seperti layanan akses pada
teknologi yang memedai yang di terapkan pada layanan bimbingan dan konseling. Dalam mengatasi
kecenderungan remaja di media sosial peran orang tua juga sangat dibutuhkan,
baik dalam mengontrol, mengawasi, maupun mendidik anaknya. Selain itu, cara
mengatasi kecenderungan remaja di media sosial yaitu mengetahui masalahnya,
ubah pola kebiasaan online dan atur ulang jadwal rutinitas.
DAFTAR PUSTAKA
Dewi, Riski Rahma (2017), Artikel
Tantangan Konselor Di Era Di Gital: https://blog.uad.ac.id/rizki1600001183/tag/definisi-era-digital/, diakses tanggal 21 juli 2017.
Harianti. 2013. “Data Jumlah Pengguna Media Sosial Di
Indonesia.” http://harianti.com, diakses 5 september 2014.
Jessica. 2013. “Dampak
Dari Media Sosial.” http://tikomjessicadevina.blogspot.com, diakses 2 september 2014.
Lukman. 2009. “Dampak
Media Sosial.” http://lumansupra.wordpress.com, diakses 9 september 2014.
Ma’guru (2016), Pengaruh Media Sosial Di
Kalangan Remaja: https://mandhoteck.wordpress.com/2016/02/21/makalah-tugas-bahasa-indonesia
pengaruh-media-sosial-di-kalangan-remaja/, diakses tanggal 21 februari 2016.
Murad, Maulana (2015), Drfinisi, Manfaatdan
Elemen Penting Literasi Di Gital:
https://www.muradmaulana.com/2015/12/definisi-manfaat-dan-elemen-penting-literasidigital.html, diakses tanggal 2 desember 2015.
Nurhasanah, N. (2014). Pengaruh Bahasa Gaul
Terhadap Bahasa Indonesia. Forum Ilmiah, 11(1), 15–21.
Rahim, Abd. Rahman (2020), Pengaruh Bahasa Di
Media Sosial Bagi Kalangan Remaja Masa Kini: Pada Seminar Sedaring Kebahasaan,
19 November 2020.
Refri. 2013. “Mengatasi
Dampak Media Sosial.” http://refrisavitri.blogspot.com, diakses 10 september 2014.
Sari, B. P. (2015). Peran Bahasa Indonesia
Sebagai Alat Pemersatu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Susetyo. In
Prosiding Seminar Nasional Bulan Bahasa UNIB 2015 (pp. 171–176).
Selvi. 2013. “Solusi
Untuk Mengatasi Dampak Media Sosial.” http://muda.kompasiana.com, diakses 9 september 2014.
Wahyu. 2013. “Dampak
Terhadap Media Sosial.” http://wahyufianlagi.blogspot.com, diakses 10 September 2014.
Komentar
Posting Komentar