“EKSISTENSI MASYARAKAT MILENIAL DALAM KARYA BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DIMASA PANDEMI”

 

 

“EKSISTENSI MASYARAKAT MILENIAL DALAM KARYA BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DIMASA PANDEMI”

OLEH: LISDA FREDININGSIH

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

ABSTRAK

Bahasa merupakan alat yang digunakan dalam sehari-hari untuk berkomunikasi. Bahasa menjadi hal yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia karena dapat menyampaikan ide, gagasan, konsep, hingga perilaku sosial. Era globalisasi yang ditandai dengan arus komunikasi yang begitu dahsyat menuntut para pengambil kebijakan di bidang bahasa bekerja lebih keras untuk lebih menyempurnakan dan meningkatkan semua sektor yang berhubungan dengan masalah pembinaan bahasa. Penggunaan Bahasa Indonesia pada ruang publik ini sangat fenomenal, menarik dan bervariasi. Situasi kedwibahasaan dan kemultibahasaan menandai penggunaan Bahasa pada ruang public, kenyataannya Bahasa daerah dan Bahasa inggris masih mendapat proporsi utama dalam penggunaan Bahasa di ruang publik. Artinya, rasa cinta terhadap Bahasa Indonesia terkalahkan oleh Bahasa daerah dan Bahasa Inggris. Sementara itu, penggunaan Bahasa pada ruang publik sudah diatur oleh negara.

 

PENDAHULUAN

Bahasa Indonesia memegang peranan penting dalam semua aspek kehidupan, Bahasa Indonesia adalah jati diri bangsa sekaligus identitas bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia berperan penting dalam interaksi antara sesama warga Negara, seperti halnya yang kita ketahui bahwa setiap daerah berbeda-beda bahasanya, contohnya saya adalah mahasiswa dari Kabupaten kepulauan Selayar, saya dapat berinteraksi dengan dosen serta tema-teman mahasiswa menggunakan Bahasa Indonesia, itulah mengapa Bahasa Indonesia sangat berperan penting dalam kehidupan kita sehari-hari. Dimana masyarakat yang berbeda daerah tidak mungkin menggunakan bahasa daerahnya masing-masing untuk berinteraksi. sebab tidak memungkinkan akan saling memahami yang dikatakan satu sama lain. Dan sejak lahir (1920) sampai sekarang, kesustraan Indonesia selalu berkembang. Dengan demikian, hal ini membuat adanya persambungan sejarah sastra Indonesia. Perkembangan teknologi berpengaruh pada semua aspek kehidupan, dan pendidikan. Munculnya beragam media sosial di era digital zaman sekarang ini memudahkan kita untuk belajar, seperti halnya memudankan kita untuk membaca sastra, maupun termasuk bidang non-sastra, serta menampung berbagai tulisan.

PEMBAHASAN

Tahun 2020 menjadi tahun yang berat bagi kita semua , hingga saat ini Indonesia masih dilanda pandemic  covid-19. Namun disisi lain sebagian generasi muda dapat memanfaatkan bakatnya dalam berkarya dimasa pandemi saat ini. dimana ada banyak perubahan yang diakibatkan oleh pandemi, yang awalnya masyarakat banyak beraktivitas diluar. Adanya perubahan tersebut yang dapat membuat masyarakat lebih dekat dengan teknologi digital saat ini. Ditahun ini sastra sudah ditangan generasi milenial, generasi milenial adalah generasi yang hampir semua dapat menggunakan sosial media, contohnya saya dapat menulis esai ini sebab menggunakan teknologi seperti hp android dengan mencari banyak  berbagai sumber belajar dimedia sosial untuk menambah wawasan, dan pengetahuan.

 Di era digital sekarang ini penggunaan sosial media baik untuk kepentingan pribadi, kelompok, atau pun untuk mencari infomasi seputar dunia maya. untuk menjadi tekenal saat ini, seseorang dapat terkenal hanya dengan memanfaatkan bakatnya saja. Dan ada banyak peluang dimasa pandemi seperti halnya dengan menjadi beauty vlogger diyoutube, memposting video cover musik di youtube dan instagram, atau bahkan membuat postingan kalimat-kalimat yang dapat memotivasi seorang baik dimedia fecebook, instagram, twiter, dan media sosial lainnya. Seorang dapat terkenal jika pada postingannya terdapat banyak like, view, dan komentar-komentar. Tidak jarang sekali zaman sekarang generasi milenial memanfaatkan media sosial sebagai bahan mengekspresikan diri.

Saat ini kita belajar sastra dimasa pandemic, namun tak dapat dilepaskan dari sensibilitas, sensitivitas, dan responsibilitas. Sastra mampu membawa peluang yang bernilai jual dalam ide kreatif pada pengembangan bakat dan minat. Wujud sastra di masa pandemi akan tetap berkembang dimasyarakat Indonesia sebagai bentuk kecintaan kita kepada karya sastra. Ada beberapa strategi yang dapat dilakukan sebagai wujud pengutamaan penggunaan Bahasa indonesia di ruang terbuka umum sebagai berikut:

1.     Perlu dilakukan pemertiban terhadap media (spanduk, baliho, banner, papan nama instansi yang masih menggunakan Bahasa asing tanpa menyandingkan dengan Bahasa indonesia.

2.     Pembinaan Bahasa perlu dilakukan oleh pemerintah.

3.     Peaturan daerah. Tiap daerah yang tersebar di seluruh pelosok nusantara ini, perlu membuat kebijakan yang sama tentang aturan pnggunaan Bahasa di ruang public dan sanksi yang akan diberikan oleh pemerintah.

4.     Upaya sosialisasi kebijakan pengutamaan penggunaan Bahasa indonesia.

5.     Menjalin relasi dan kerja sama dengan seluruh elemen masyrakat, instansi, institusi pendidikan, perusahaan dan asosiasi periklanan.

 

PENUTUP

Perkembangan teknologi berpengaruh pada semua aspek kehidupan, pendidikan. Munculnya beragam media sosial di era digital zaman sekarang ini akan memudahkan tenaga pengajar dan peserta didik untuk belajar, seperti memudahkan banyak orang untuk membaca sastra, maupun termasuk bidang non-sastra, menampung tulisan dan sebagainya. Pandemi bukan halangan untuk bersastra, sastra di Indonesia pada tahun 2020 ini cukup meningkat, dengan adanya media sosial ini mempermudah para generasi milenial dimasa pandemi dalam mengunggah karya-karyanya di media sosial.

Dan memasuki era new normal, masyarakat Indonesia kini mulai menjalani aktivitas sehari-hari seperti biasa. Namun demi menjaga kesehatan dan keselamatan, kita semua harus mematuhi protokol kesehatan. sistem daring ini menuntut tenaga pengajar untuk kreatif  dalam mendidik peserta didik dimasa pandemi atau diera new normal ini. Somaga para tenaga pengajar tetap semangat dalam menciptakan pembelajaran daring yang kreatif dan inovatif.

 

UTAMAKAN BAHASA INDONESIA

LESTARIKAN BAHASA DAERAH

KUASAI BAHASA ASING

 

 

 

Komentar